THE HYDRANT Bakal Tampil di Slovakia Pohoda Festival 2017

TheHydrant-profilepic-01

Diakui atau tidak, banyak musisi Indonesia yang kapasitasnya sebenarnya berkelas internasional. Tapi entang entah mengapa, selalu “terselip” dari pemberitaan media mainstream. Salah satunya adalah band rockabilly asal Bali, The Hydrant.  Mereka diundang ke salah satu festival terbaik di dunia, Pohoda. Ada yang tahu?

SEKILAS tentang Pohoda Festival adalah salah satu festival musik dan art terbesar dan terlama, sudah di gelar 20 kali perhelatan. Musik yang diusung dalam festival ini lintas aliran, dari punk sampai jazz, dari musik klasik sampai electronic dance music yang tengah digandrungi. Selain itu Pohoda juga menjadi ‘rumah’ berkumpulnya para seniman film, teater dan visual art.

Festival ini menjamin untuk semua orang yang ingin mendengarkan musik dan seni yang bagus di tempat yang keren dan nyaman meskipun itu di dalam toilet.

The Hydrant belum tau akan dijadwalkan dihari keberapa untuk tampil. Event yang akan diselenggarakan tiga hari berturut-turut di Budapest, Slovakia, Eropa Tengah. Dilansir dari www.pohodafestival.sk beberapa line up yang terkonfirmasi akan tampil, yaitu: Ylvis, Jake Bugg, Charlie Winston, Birdy, Slaves dan masih banyak lagi musisi ciamik yang akan tampil di sana.

Oh ya, informasi tentang undangan main di Pohoda, dilansir dari Instagram @TheHydrantBali, “Kami senang mengabarkan bahwa kami akan bermain di Festival Pohoda 2017. Salah satu festival musik dan seni terbesar yang konsisten di Eropa. Tahun ini merupakan tahun ke dua puluh satu-nya dan ini menjadi kali kedua kami terlibat dalam event yang sangat epic.”, tulis postingan tersebut.

Sedikit tentang The Hydrant yang diambil dari laman resmi mereka: Selain merupakan pionir Rockabilly di skena muda negeri ini, The Hydrant bisa jadi adalah grup terbesar di genrenya di tanah Nusantara. Terbentuk sejak 14 Agustus 2004 di Denpasar, Bali, The Hydrant kini beranggotakan Marshello (biduan, harmonika), Vincent (gitar), Christopper (stand up drum), serta Adi (upright bass).

Grup ini pertama kali berdiri atas prakarsa Wis, Zio, dan Morris, yang lalu mengajak Shello untuk bergabung. Kesukaan pada warna musik, dandanan, serta attitude Rockabilly merekatkan 4 sekawan ini dan memantapkan niat untuk memperkenalkan musik asal Amerika Serikat yang amat populer di tahun 50an ini ke seantero Indonesia, utamanya kepada generasi seusia mereka.

Nama The Hydrant sendiri bermula dari band pop yang digawangi Wis dan Zio, Hydra. Ketika memutuskan banting setir lalu menapak ranah baru, Rockabilly, dibutuhkan pula identitas baru. Jappy Sanger, manajer mereka saat itu, muncul dengan ide nama The Hydrant, evolusi dari merek lama Hydra—yang langsung kompak disepakati.

Hingga kini The Hydrant telah menerbitkan 5 album penuh. Yang paling mutakhir, September 2015, adalah Lokananta Riot. Berisikan 16 tembang dan menyelipkan satu komposisi Rockabilly berbahasa Bali, Lokananta Riot direkam secara live di studio rekaman bersejarah, Lokananta. Album kedua mereka yang terbit pada 2007, Rockabilly Live, dirilis oleh label rekaman raksasa, EMI Indonesia. Album bertaburkan 14 lagu ramah lantai dansa ini cukup mampu mendongkrak pamor mereka dari skala lokal ke blantika musik nasional.

 

ABOUT THE AUTHOR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SoundUp.Co adalah wadah ideal para insan idealis yang gila musik dan lifestye urban. Ditulis dengan konsep indepth reporting, informasi yang diwartakan menjadi gizi yang lebih 'menyehatkan'
Redaksi:
editor@soundupmagz.com

Kerjasama & Iklan: promotion@soundupmagz.com

Newsletter