Audioslave Reuni di Konser Anti Donald Trump!

audioslave-54564bfde1555

Sekadar perbandingan. Ketika di Indonesia ada kelompok yang intoleransi “dikagumi” oleh intoleran lain, di Amerika Serikat, Donald Trump yang kampanyenya penuh kalimat intoleransi, “dilawan” terang-terangan oleh banyak kalangan termasuk musisi. Salah satunya adalah Audioslave.

BAND yang terbentuk di awal 2000an ini, sempat disebut sebagai supergrup, lantaran personelya adalah nama-nama hebat dari band lain sebelumnya. Menyatakan bubar tahun 2007, mereka kembali ngegabung untuk “melawan”  pemimpin yang mereka yakini intoleran. Audoslave reuni di konser bertajuk   “ANTI-DONALD TRUMP INAUGURATION BALL”. Audioslave berbagi panggung dengan Vic Mensa, Jackson Browne, comedian Jack Black dan Los Angeles Freedom Choir di Ballroom Teragram, Los Angeles pada 20 Januari 2017 lalu.

Acara itu di pelopori oleh Propeth Of Rage untuk sama-sama menolak pelantikan Donald Trump untuk menjadi presiden mereka selama empat tahun ke depan. Power to the people di pilih menjadi nama aksi konser mereka nanti dan akan dilakukan bersamaan saat pelantikan Donald Trump di White House, Washington.

Audioslave menyatakan bubar pada tahun 2007, setelah 3 album mereka yaitu self-titled, Out Of Exile (2005) danRevelation (2006) yang berhasil menjadi album terbaik dalam beberapa ajang penghargaan bergengsi di dunia musik. Bahkan mereka sempat melakukan konser gratis di Kuba pada tahun 2005. Tercatat ada sekitar 70.000 orang datang dan menyaksikan konser mereka secara gratis.

ABOUT THE AUTHOR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SoundUp.Co adalah wadah ideal para insan idealis yang gila musik dan lifestye urban. Ditulis dengan konsep indepth reporting, informasi yang diwartakan menjadi gizi yang lebih 'menyehatkan'
Redaksi:
editor@soundupmagz.com

Kerjasama & Iklan: promotion@soundupmagz.com

Newsletter